2009
Pertama kali didirikan dengan nama “PT PLN Geothermal”.

2014
PT PLN Geothermal berhenti beroperasi.

2017
PT PLN Geothermal telah berganti nama menjadi PT PLN Gas & Geothermal sejalan dengan penambahan portfolio baru atau jalur bisnis baru di sektor infrastruktur gas.

2020
Penyelesaian 2 (dua) proyek besar:
- Proyek Gasifikasi Pipa Gas Tanjung Batu sepanjang 48,3 km dengan ukuran pipa sebesar 16” di Samarinda.
- Proyek FSRU Sulawesi untuk Gasifikasi Lease Marine Vessel Power Plant (LMVPP) Karadeniz Powership Zeynep Sultan 120 MG di Amurang.

2021
- Penugasan mobilisasi Floating Storage & Regasification Unit (FSRU) Amurang ke PLTG Marisa Gorontalo
- Pelaksanaan TJSL pertama di Tanjung Batu berupa Budidaya Lebah Klulut dan Budidaya Maggot;
- Berhasil mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp422,17 miliar;
- Perolehan laba bersih tahun berjalan dibukukan sebesar Rp47,98 miliar;
- Kinerja organisasi dinilai sebesar Rp104,90 miliar.

2022
- Penandatangan Nota Kesepahaman Rencana Kerja Sama Pemanfaatan Kapal Harbour TUG LNG dengan PT Jawa Satu Power;
- Penandatangan Nota Kesepahaman dengan PT PLN Nusantara Power;
- Diseminasi Perjanjian Jangka Panjang Pipa Gas Tanjung Batu

2023
Perubahan nama dari semula PT PLN Gas & Geothermal menjadi PT PLN Energi Gas.

2024
Penandatanganan Perjanjian EPC Pembangunan Fasilitas Regasifikasi di Tarakan Antara PT PLN Energi Gas dan PT PLN Nusantara Power Construction.

2025
- PLN Energi Gas Sukses Laksanakan Commissioning & Gas In Fasilitas Penyimpanan dan Regasifikasi LNG Tarakan
- Meraih Juara 3 Annual Report Award (ARA) 2024 pada kategori BUMN Non Go Public dengan pendapatan kurang dari Rp1 triliun, pengakuan atas kualitas keterbukaan informasi, penerapan tata kelola perusahaan yang baik (GCG), serta akuntabilitas pelaporan kinerja keberlanjutan Perseroan.
